Team Dynamics

Ali Irsyaad Nursyaban
4 min readJun 7, 2021

Team Dynamics adalah kekuatan psikologis yang memengaruhi arah kinerja dan perilaku tim Anda. Dinamika tersebut diciptakan oleh kepribadian yang terlibat dan bagaimana mereka berinteraksi. Memahami dinamika tim dapat mengingatkan Anda tentang seberapa sukses hal itu.

Pada PPL ini, membuat semua berkerja sama dengan baik dan membuat suasana yang baik sehingga bisa menghasilkan produk yang berkualitas.

Produk Laywook

Sebelum kita masuk membahas team dinamics, kita harus tau definisi tim sendiri ialah tim atau team adalah variasi dari sebuah kelompok di mana anggotanya memiliki kesamaan merupakan tujuan/target/goal bersama yang dikerjakan bersama (Myers, 2013).

Definisi dari Team Dynamics ?

Team Dynamics adalah suatu kelompok yang teratur dari beberapa
individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara timbal balik dan nampak jelas antara anggota yang satu dengan yang lainnya.

Menurut Peter Salim dalam Syamsiah marzuki (1999), dinamika berasal
dari kata dynamics yang berarti bergairah atau punya semangat untuk
bekerja. Selanjutnya dikatakan dinamika kelompok disebut juga group
dynamics yang berarti kelompok yang selalu punya gairah atau punya
semangat untuk bekerja.

Suasana dalam tim ini juga sangat penting bagi produktivitas tim tersebut. Jika suasana dalam tim sudah tidak baik dan tidak ada motivasi, maka sudah pasti tidak akan produktif dan tujuan dari tim tidak akan tercapai dengan baik. Suasa tersebut harus dijaga sebagai contoh diproyek yang proses development yang cukup panjang seperti PPL (Proyek Perangkat Lunak) maka harus selalu dijaga motivasinya agar tetap memiliki minat yang tinggi untuk mencapai tujuan yaitu menghasilkan aplikasi yang baik dan berkualitas.

Team Slogan

Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yang dipakai sebagai dasar tuntunan (pegangan hidup); prinsip dari suatu usaha, organisasi, dan sebagainya. Kata pada diatas vamos merupakan team slogan pada tim kita. Vamos memiliki arti Ayo ! atau Ayo Semangat!!. Dimana hal tersebut bisa memotivasi kita dalam sebuah tim agar terus semangat dalam mengerjakan proyek tersebut dan menerjang semua tantangan yang dihadapi kedepanya!!!

Team Capacity Building

Team building adalah proses dimana membantu sebuah team dalam membentuk kesinergian dalam mencapai goals dan tujuan yang dibuat oleh team tersebut. Banyak yang salah tanggap tentang team buiding ini sendiri.

Mengerti arti team building dimana sebuah tim tahu proses yang harus dilalui dalam mencapai kesepakatan dalam membuat keputusan. Dimana juga disini memerlukan interaksi antar sesama tim member. Dengan adanya interaksi dalam tim, mereka dapat mengenal satu sama lain dan membangun suatu hubungan, hal ini berguna dalam mengambil keputusan. Team building yang baik adalah dimana leader dapat membentuk teamnya dalam sebuah tim yang bersama-sama dapat mencapai goals yang sudah ditentukan.

Komitmen juga diperlukan dalam sebuah tim. Komitmen membuat anggota tim memiliki rasa kepemilikan akan tim tersebut dimana tidak ada “aku” dalam tim. Team members juga dengan sendirinya akan sadar mereka juga harus berjalan menuju goals yang mereka tentukan. Dalam team building ini juga, kepercayaan dalam team members terbangun dan dapat memotivasi satu sama lain.

Servant Leadership

Servant leadership atau kepemimpinan pelayan adalah suatu kepemimpinan yang berawal dari perasaan tulus yang timbul dari dalam hati untuk melayani, menempatkan kebutuhan pengikut sebagai prioritas, menyelesaikan sesuatu bersama orang lain dan membantu orang lain dalam mencapai suatu tujuan bersama.

Karakteristik Servant Leadership

  1. Mendengarkan (Listening). Servant-leader mendengarkan dengan penuh perhatian kepada orang lain, mengidentifikasi dan membantu memperjelas keinginan kelompok, juga mendengarkan suara hati dirinya sendiri.
  2. Empati (Empathy). Pemimpin yang melayani adalah mereka yang berusaha memahami rekan kerja dan mampu berempati dengan orang lain.
  3. Penyembuhan (Healing). Servant-leader mampu menciptakan penyembuhan emosional dan hubungan dirinya, atau hubungan dengan orang lain, karena hubungan merupakan kekuatan untuk transformasi dan integrasi.
  4. Kesadaran (Awareness). Kesadaran untuk memahami isu-isu yang melibatkan etika, kekuasaan, dan nilai-nilai. Melihat situasi dari posisi yang seimbang yang lebih terintegrasi.
  5. Persuasi (Persuasion). Pemimpin yang melayani berusaha meyakinkan orang lain daripada memaksa kepatuhan. Ini adalah satu hal yang paling membedakan antara model otoriter tradisional dengan servant leadership.
  6. Konseptualisasi (Conceptualization). Kemampuan melihat masalah dari perspektif konseptualisasi berarti berfikir secara jangka panjang atau visioner dalam basis yang lebih luas.
  7. Kejelian (Foresight). Jeli atau teliti dalam memahami pelajaran dari masa lalu, realitas saat ini, dan kemungkinan konsekuensi dari keputusan untuk masa depan.
  8. Keterbukaan (Stewardship). Menekankan keterbukaan dan persuasi untuk membangun kepercayaan dari orang lain.
  9. Komitmen untuk Pertumbuhan (Commitment to the Growth of People). Tanggung jawab untuk melakukan usaha dalam meningkatkan pertumbuhan profesional karyawan dan organisasi.
  10. Membangun Komunitas (Building Community). Mengidentifikasi cara untuk membangun komunitas

Implementasi Team Dynamics

Sangat penting membangun Team Dynamic, karna untuk mencapai target dan hasil yang memuaskan hubungan internal antara satu sama lain harus terjaga dengan baik. Hubungan internal tim harus dibangun sejak dini sebelum memulai pengerjaan proyek apapun bentuknya. Hal ini sangat mendasar demi keberhasilan jangka panjang.

Reference :

https://www.blj.co.id/2013/07/10/pentingnya-team-building-dalam-perusahaan/

--

--